May 31, 2026 May 31, 2026 Analisis Saham Chandra Asri Pacific (TPIA) Mei 2026: Crash 83%, Apakah Badai MSCI Sudah Berlalu? TPIA anjlok 83% dari ATH ke Rp1.785 akibat MSCI outflow, isu jaminan saham, dan tekanan IHSG. Fundamental Q1 2026 cetak rekor laba, tapi JP Morgan masih pasang target Rp1.090. Speculative analisis sahamTPIAChandra Asri PacificpetrokimiaenergiMSCI rebalancingoutflow asingPrajogo Pangestuanalisis fundamentalanalisis teknikalvaluasi sahamsaham Indonesia
May 23, 2026 May 23, 2026 Analisa Saham Buana Lintas Lautan (BULL) Kabarnya Smart Money Masuk Besar-besaran? BULL turun 39% dari puncak Rp685, tapi laba FY2025 melonjak 77%, kapal LNG pertama baru mulai berkontribusi penuh di 2026, dan Bandar Movement +301 juta menunjukkan akumulasi besar dari tangan kuat. BRI Danareksa pasang target Rp780. Speculative analisis sahamBULLBuana Lintas LautanpelayarantankerLNGenergishippinganalisis fundamentalanalisis teknikalvaluasi sahamsaham Indonesia
May 23, 2026 May 23, 2026 Analisis Saham Indika Energy (INDY) Q1 2026: Koreksi Dalam, Taruhan Emas di Ujung Konstruksi INDY koreksi 44% dari ATH Rp4.370 ke Rp2.460. Proyek emas Awak Mas memasuki fase kritis, tetapi kebijakan ekspor satu pintu dan FCF negatif membebani jangka pendek. Speculative analisis sahamINDYIndika Energyenergitambang batubaratambang emastransformasi bisnisanalisis fundamentalanalisis teknikalvaluasi sahamsaham Indonesia
May 22, 2026 May 22, 2026 Analisis Saham Dafam Property (DFAM) Q1 2026 DFAM meledak +23,85% ke Rp135 berkat sentimen relaksasi perjalanan dinas ASN. Tapi DER 10,47x, rugi empat tahun berturut-turut, dan Altman Z-Score -2,77 membuat ini lebih tepat disebut trading play, bukan investasi. Speculative analisis sahamDFAMDafam PropertyhotelperhotelanMICEpariwisata Indonesiaanalisis fundamentalanalisis teknikalvaluasi sahamsaham Indonesia
May 22, 2026 May 22, 2026 Energi Mega Persada (ENRG): Tumbang -15% di Tengah Badai IHSG, Masih Layak Dikoleksi? ENRG anjlok 14,98% ke Rp1.220 di tengah koreksi IHSG dan sektor energi. Analisis teknikal, fundamental, dan katalis harga minyak Brent ~USD108 untuk menentukan zona entry yang tepat. Speculative analisis sahamENRGEnergi Mega Persadamigasupstream oil gasGrup Bakrieanalisis fundamentalanalisis teknikalvaluasi sahamsaham Indonesia
May 22, 2026 May 22, 2026 Sinergi Inti Andalan Prima (INET): Dana Rights Issue Rp4 Triliun Belum Terpakai, Harga Sudah di Bawah Harga Pelaksanaan INET tumbang 53% YTD ke Rp218 meski duduki Rp4,49 triliun kas dari rights issue. Analisis apakah ini peluang atau jebakan nilai untuk emiten infrastruktur digital yang baru membangun FTTH. Speculative analisis sahamINETSinergi Inti Andalan Primainfrastruktur digitalFTTHtelekomunikasifiber opticanalisis fundamentalanalisis teknikalvaluasi sahamsaham Indonesia
May 22, 2026 May 22, 2026 Paramita Bangun Sarana (PBSA): Laba Q1 2026 Ambrol 96%, tapi Yield 6,5% dan Neraca Bersih PBSA terjun 69% dari ATH Rp2.750 ke Rp850 setelah laba Q1 2026 hanya Rp1 miliar. Fundamentalnya masih kuat — zero debt, ROE 32%, dividend yield 6,5% — tapi earnings visibility 2026 menjadi tanda tanya besar. Speculative analisis sahamPBSAParamita Bangun Saranakonstruksiindustrial contractorCPOkelapa sawitanalisis fundamentalanalisis teknikalvaluasi sahamdividendsaham Indonesia
May 21, 2026 May 21, 2026 Analisis Saham Amman Mineral (AMMN) Q1 2026: Fundamental Pulih Drastis, Tapi Teknikal Masih Mencekik AMMN Q1 2026: laba bersih melonjak ke Rp2,7 triliun setelah smelter kembali beroperasi, namun harga saham sudah amblas 54% dari puncak dan RSI 18 belum konfirmasi reversal. Speculative analisis sahamAMMNAmman Mineraltambang tembagatambang emashilirisasikomoditasanalisis fundamentalanalisis teknikalvaluasi sahamsaham Indonesia
May 21, 2026 May 21, 2026 Analisis Saham Bumi Resources (BUMI) Q1 2026: Asing Net Buy Rp203 Miliar BUMI Q1 2026: saham sudah -66% dari puncak, RSI ekstrem 16, dan asing justru net buy Rp203M. Namun P/E 42x, Altman Z-Score grey zone, dan zero dividen sejak 2012 membuat ini murni taruhan spekulatif pada diversifikasi emas-tembaga H2 2026. Avoid analisis sahamBUMIBumi ResourcesBakrie Groupbatubaradiversifikasi mineralemas tembagasaham spekulatifanalisis fundamentalanalisis teknikalvaluasi sahamsaham Indonesia
May 21, 2026 May 21, 2026 Analisis Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) Mei 2026: MACD Golden Cross, Laba +167% YoY, Dividend Yield 5,3% — Paling Menarik di Sektor Konsumen JPFA di Rp2.640 dengan MACD golden cross, volume 1,83x rata-rata, dan net foreign buy Rp12,1 miliar. Laba Q1 2026 melonjak 167% YoY; forward PE hanya 7x. BUY dengan target Rp3.000–3.200. Strong Buy analisis sahamJPFAJapfa Comfeedunggasayampoultrypakan ternakagribisnismakan bergizi gratisMBGconsumer staplesanalisis fundamentalanalisis teknikalvaluasi sahamsaham Indonesia